Jateng Pelopori Kurikulum Perkoperasian dari SD hingga SMA di Indonesia
Jateng pelopori kurikulum perkoperasian dari SD hingga SMA guna tanamkan nilai koperasi, kewirausahaan, dan ekonomi kerakyatan sejak dini.
Guetilang.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat langkah baru dengan menggagas kurikulum perkoperasian yang akan diterapkan sejak tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Program ini menjadi yang pertama di Indonesia dan bertujuan menanamkan pemahaman serta nilai-nilai koperasi kepada pelajar sejak dini.
Melalui inisiatif ini, siswa diharapkan tidak hanya mengenal konsep koperasi secara teori, tetapi juga mampu memahami praktik dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Kurikulum tersebut dirancang agar selaras dengan jenjang pendidikan, sehingga materi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan perkembangan peserta didik.

Penerapan kurikulum ini juga diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis gotong royong. Selain itu, langkah ini menjadi upaya strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui generasi muda yang memiliki pemahaman tentang koperasi.
Pemerintah daerah menilai bahwa pendidikan perkoperasian sejak dini penting untuk membentuk karakter siswa yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kebersamaan. Dengan demikian, di masa depan diharapkan akan lahir pelaku koperasi yang kompeten dan berdaya saing.
Program ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk sekolah, tenaga pendidik, dan instansi terkait, guna memastikan implementasi berjalan optimal di seluruh wilayah Jawa Tengah.
baca juga: Pemprov Jawa Tengah Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih Hadapi Kemarau 2026