Tragedi di Rel Singosari: Bocah 6 Tahun Tewas Terserempet Kereta Api Jayabaya
Kecelakaan tragis menimpa seorang bocah berusia enam tahun di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Korban terserempet Kereta Api Jayabaya saat bermain sepeda di dekat jalur rel aktif dan dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan anak di ruang publik.
SINGOSARI, KABUPATEN MALANG — Insiden kecelakaan yang melibatkan seorang anak terjadi di wilayah Desa Losari, Kecamatan Singosari, pada Sabtu, 3 Januari 2026. Seorang bocah berusia enam tahun dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami benturan dengan rangkaian Kereta Api Jayabaya saat berada di sekitar jalur rel yang masih aktif.
Korban diketahui berinisial bernama A.M.U., anak asal Kota Surabaya, yang saat kejadian tengah bermain sepeda di area terbuka yang berdekatan langsung dengan lintasan kereta api. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.50 WIB, ketika kereta api jurusan Malang ke Jakarta melintas di lokasi tanpa adanya pembatas pengaman permanen.
Berdasarkan keterangan aparat kepolisian, sebelum melewati titik kejadian, masinis telah memberikan tanda peringatan dengan membunyikan klakson. Namun, posisi korban yang terlalu dekat dengan rel membuat kecelakaan tidak dapat dihindari. Tubuh korban terserempet bagian samping kereta dan terjatuh ke sisi jalur rel.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan melaporkannya kepada pihak berwenang. Korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka berat, lalu dievakuasi oleh petugas gabungan ke Rumah Sakit Prima Husada untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Meski telah mendapatkan perawatan intensif dari tim medis, kondisi korban dinyatakan kritis. Pihak rumah sakit menyampaikan bahwa korban akhirnya meninggal dunia pada sore hari saat persiapan tindakan operasi akibat luka serius yang dideritanya, termasuk cedera kepala dan patah tulang pada lengan.
Menanggapi kejadian tersebut, Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar jalur kereta api. Ia menegaskan bahwa rel kereta bukan area bermain dan memiliki risiko tinggi, khususnya bagi anak-anak.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi semua pihak, termasuk orang tua dan lingkungan sekitar, untuk lebih memperhatikan keselamatan anak di ruang publik. Edukasi mengenai bahaya berada di sekitar jalur transportasi aktif dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
venessa rahma