Gencarkan SEHATI 2026, LP3H Puspelindo Gelar Aksi "Jemput Bola" Sertifikasi Halal di CFD Kota Bekasi
LP3H Puspelindo terjunkan tim ke CFD Bekasi guna mempercepat capaian program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) 2026. Aksi jemput bola ini membantu UMKM lokal mengatasi kendala sistem SIHALAL agar produk mereka siap bersaing di pasar modern.
BEKASI, Guetilang.com – Memanfaatkan momen keramaian Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Puspelindo menggelar aksi "jemput bola" untuk menyosialisasikan program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) 2026, Minggu (04/1/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk respon cepat terhadap kewajiban sertifikasi halal yang kini menjadi syarat mutlak bagi produk makanan dan minuman untuk beredar secara legal di Indonesia. Mengingat besarnya potensi ekonomi kreatif di Bekasi, LP3H Puspelindo memandang perlu adanya pendampingan langsung di pusat keramaian guna menyasar pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang selama ini sulit mengakses informasi secara mandiri.
Peserta Magang Sebagai Ujung Tombak
Menariknya, kegiatan sosialisasi dan pendampingan ini melibatkan langsung para peserta magang di LP3H Puspelindo. Tak sekadar membagikan brosur, para peserta magang ini secara aktif mendatangi satu per satu lapak pedagang kuliner di area CFD. Mereka membantu para pelaku usaha melakukan pengecekan atau pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha), memberikan edukasi mengenai titik kritis bahan, hingga memandu proses input data ke sistem SIHALAL melalui perangkat seluler.
"Banyak pelaku usaha kecil yang sebetulnya sangat ingin produknya bersertifikat halal, namun mereka terkendala oleh literasi digital atau keterbatasan waktu untuk mengurus administrasi. Di sinilah peran kami sebagai pendamping untuk mempermudah jalur tersebut," ujar Eriq salah satu tim pendamping peserta magang LP3H Puspelindo di sela-sela kegiatannya.
Mengatasi Kendala Teknis di Lapangan
Dalam aksinya, tim menemukan berbagai kendala klasik yang dihadapi UMKM, mulai dari data NIB yang belum sinkron dengan sistem OSS, hingga ketidakpahaman mengenai daftar bahan baku yang diperbolehkan dalam skema Self Declare. Melalui meja konsultasi darurat yang disediakan, tim LP3H Puspelindo berhasil melakukan pra-pendaftaran bagi puluhan produk mulai dari aneka makanan siap saji, kue tradisional, hingga minuman segar olahan rumahan.
Direktorat LP3H Puspelindo menegaskan bahwa sertifikat halal bukan lagi sekadar pemenuhan aspek religius, melainkan instrumen penting dalam meningkatkan nilai jual produk. Dengan mengantongi sertifikat halal, produk lokal Bekasi memiliki kesempatan besar untuk masuk ke rak-rak ritel modern seperti minimarket dan supermarket, bahkan menembus pasar ekspor.
Komitmen Menuju 2026 yang Patuh Halal
Program SEHATI 2026 sendiri merupakan kebijakan strategis pemerintah yang memberikan fasilitasi gratis bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Namun, karena keterbatasan kuota secara nasional, aksi cepat seperti yang dilakukan LP3H Puspelindo sangat krusial agar pelaku usaha di wilayah Bekasi tidak tertinggal.
"Kami tidak ingin UMKM Bekasi hanya menjadi penonton. Dengan aksi jemput bola di CFD ini, kami berharap legalitas halal produk lokal kita tuntas, sehingga mereka siap naik kelas dan bersaing secara profesional," tambah Bapak Dian Perdana selaku Ketua LP3H Puspelindo.
Aksi ini rencananya akan terus dilakukan secara berkala di berbagai titik keramaian lainnya. CFD 2VBBagi warga Bekasi yang memiliki usaha dan ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pendampingan halal gratis, LP3H Puspelindo membuka layanan konsultasi di kantor pusat atau melalui para pendamping PPH yang tersebar di tiap kecamatan guna memastikan target wajib halal tahun 2026 dapat tercapai maksimal di Kota Patriot.