Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai, Upaya Perkuat Kedekatan Keluarga di Era Digital
Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mengajak keluarga meluangkan waktu berkualitas tanpa gadget guna memperkuat hubungan dan mendukung tumbuh kembang anak.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, penggunaan gawai yang semakin intens, termasuk di kalangan anak-anak, menjadi perhatian serius. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mengajak masyarakat untuk mengikuti Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga.
Gerakan ini mendorong setiap keluarga meluangkan waktu minimal satu jam setiap hari tanpa distraksi gawai. Waktu tersebut diharapkan dimanfaatkan untuk membangun interaksi langsung antara orang tua dan anak, yang dinilai sangat penting dalam proses tumbuh kembang, pembentukan karakter, serta penguatan nilai-nilai dalam keluarga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sebanyak 42,25 persen anak usia dini di Indonesia telah terpapar penggunaan gawai. Kondisi ini menunjukkan bahwa paparan teknologi sejak dini berpotensi mengurangi kualitas interaksi dalam keluarga apabila tidak diimbangi dengan pendampingan yang optimal.
Melalui gerakan ini, keluarga diajak untuk kembali menguatkan peran dalam pengasuhan dan perlindungan anak. Berbagai aktivitas sederhana dapat dilakukan bersama selama satu jam tanpa gawai, seperti mengobrol dan berbagi cerita, membaca buku atau tadarus Al-Qur’an, bermain bersama, hingga melakukan kegiatan rumah tangga secara bersama-sama.
Selain itu, momentum Ramadhan juga dinilai menjadi waktu yang tepat untuk membiasakan kegiatan positif dalam keluarga. Tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, serta membangun komunikasi yang hangat antara anggota keluarga.
KemenPPPA berharap melalui Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai, keluarga dapat menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal di tengah tantangan era digital saat ini.