Bali dan Inggris Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Sampah dan Lalu Lintas di Tengah Rekor Kunjungan Wisata.

Bali dan Inggris Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Sampah dan Lalu Lintas di Tengah Rekor Kunjungan Wisata.
Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Matthew Downing dan rombongannya, untuk membahas potensi kerja sama, di Denpasar, Bali, pada hari Sabtu (31 Januari 2026). ANTARA/HO-Pemprov Bali/

Pemerintah Provinsi Bali memberikan apresiasi terhadap rencana kolaborasi dengan Inggris dalam sektor pariwisata, pengelolaan sampah, serta transportasi lalu lintas untuk mendorong pembangunan daerah.

Dalam pertemuan bersama Wakil Duta Besar Inggris, Matthew Downing, di Denpasar, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa pemerintah provinsi berupaya mengoptimalkan pembangunan infrastruktur melalui kerja sama internasional, termasuk dengan Kedutaan Besar Inggris.

“Target saya adalah menyelesaikan masalah pengelolaan sampah dalam waktu dua tahun, dan pada tahun 2030, mencapai peningkatan signifikan dalam kemacetan lalu lintas dan infrastruktur,” kata Koster dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Sabtu''

Dalam hal pengelolaan sampah, Gubernur menyampaikan bahwa pemerintah provinsi tengah menerapkan pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir, termasuk pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi yang berkapasitas lebih dari 1.000 ton per hari.

Gubernur Koster menyampaikan bahwa Bali menerima rekor 7 juta wisatawan asing pada 2025. Terkait meningkatnya tindak kriminal yang melibatkan warga negara asing, ia menekankan penerapan penegakan hukum yang ketat, sekaligus mengklarifikasi bahwa tidak ada pelanggaran berarti oleh wisatawan Inggris.

Wakil Duta Besar Downing menegaskan kembali kes readiness Inggris untuk mendukung sektor-sektor prioritas Bali melalui fasilitasi pertemuan dengan mitra Inggris mereka.

Melalui Program Infrastruktur Kota Masa Depan, misalnya, kami bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Bali untuk menyelesaikan studi kelayakan proyek-proyek transportasi,” ujarnya.

Downing menambahkan bahwa Inggris akan menghubungkan Bali dengan konsultan ahli di bidang daur ulang limbah dan pendidikan publik. Lebih lanjut, ia menyoroti minat pemerintah Skotlandia dalam kerja sama ekonomi, termasuk misi perdagangan yang direncanakan yang berfokus pada sektor makanan, kesehatan, dan minuman beralkohol.

“Delegasi Skotlandia berencana untuk bertemu langsung dengan gubernur Bali,” ia menegaskan.

Menurut catatan Kedutaan Besar Inggris, Bali menerima 270.000 wisatawan asal Inggris pada 2025, dengan proyeksi meningkat menjadi 350.000 pada 2026. Downing menegaskan bahwa keamanan, stabilitas, dan kualitas destinasi menjadikan Bali pilihan utama bagi wisatawan Inggris.