KA Sri Billah Utama Tabrak Mobil Toyota Avanza di Perlintasan Tanpa Palang di Tebingtinggi, 9 Orang Tewas

Kereta Api Sri Billah Utama menabrak sebuah minibus di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kota Tebingtinggi, Sumatra Utara, pada Rabu (21/1) sore. Kecelakaan ini mengakibatkan sembilan orang penumpang mobil meninggal dunia, sementara tidak ada korban dari pihak kereta api. Peristiwa terjadi saat mobil tetap melintas meski telah diperingatkan warga, hingga akhirnya tertabrak kereta yang melaju dari arah Rantau Prapat menuju Medan. Mobil terseret sejauh sekitar 300 meter. Seluruh korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Tebingtinggi, dan kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

KA Sri Billah Utama Tabrak Mobil Toyota Avanza di Perlintasan Tanpa Palang di Tebingtinggi, 9 Orang Tewas

Kereta Api (KA) Sri Billah Utama mengalami kecelakaan dengan sebuah minibus di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kota Tebingtinggi, Sumatra Utara, pada Rabu (21/1) sekitar pukul 18.30 WIB. Insiden ini mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia, seluruhnya merupakan penumpang mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi BK 1657 AB. Tidak ada korban jiwa dari pihak penumpang maupun kru kereta api.

Kapolres Tebingtinggi, AKBP Rina Frillya, menjelaskan bahwa delapan korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya, yakni pengemudi mobil bernama Abdul Kadir Al Jaelani (42), meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Bhayangkara Tebingtinggi. Selain pengemudi, korban lainnya adalah Rizal (59) warga Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang; Daratul Lailla (50); Risnawati (57); Muhammad Hafiz (4); Muhammad Rafka Attaqih (6); Asrah (80); dan Zaitun yang merupakan warga Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deliserdang; serta Sri Devi (41) warga Medan Marelan, Kota Medan.

Kecelakaan terjadi ketika mobil yang dikemudikan Abdul Kadir melaju dari arah Jalan Abdul Hamid menuju Bagelen dan melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Lingkungan III, Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Padang Hilir. Pada saat bersamaan, KA Sri Billah Utama U53 dengan lokomotif CC 2018344 yang dikemudikan oleh Masinis Hendrik Santoso melaju dari arah Rantau Prapat menuju Medan.

Berdasarkan keterangan saksi, pengemudi mobil diduga kurang waspada dan tidak memperhatikan kondisi perlintasan. Meski telah diperingatkan oleh warga sekitar agar tidak melintas, kendaraan tersebut tetap melaju hingga akhirnya tertabrak kereta api. Benturan terjadi pada sisi kiri mobil dengan bagian depan lokomotif, yang menyebabkan mobil terseret sejauh kurang lebih 300 meter.

Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Kota Tebingtinggi. Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa rombongan tersebut berangkat dari Kabupaten Deliserdang untuk menghadiri acara keluarga di Kabupaten Batubara, kemudian melanjutkan perjalanan untuk menjenguk kerabat yang sakit di wilayah Sei Sigiling sebelum kembali ke Deliserdang.

Pasca kejadian, kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, mendata korban, memeriksa saksi, serta mendokumentasikan peristiwa tersebut. Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.