Inovasi "Sri Tanjung" Kasembon: Sulap Limbah Jadi Sabun Eco Enzyme Bernilai Jual dan Berkhasiat

UMKM "Sri Tanjung" di Kasembon sukses melakukan inovasi dengan mengubah limbah organik rumah tangga menjadi sabun berbasis Eco Enzyme yang bernilai ekonomis. Tidak hanya menjadi solusi permasalahan sampah, Sri Wahyuni selaku pemilik mengungkapkan bahwa sabun ini juga terbukti memiliki khasiat kesehatan untuk penyembuhan luka.

Inovasi "Sri Tanjung" Kasembon: Sulap Limbah Jadi Sabun Eco Enzyme Bernilai Jual dan Berkhasiat
Produk inovatif sabun batang berbasis Eco Enzyme karya UMKM Sri Tanjung, Kasembon.

KASEMBON – Potensi besar di balik limbah organik rumah tangga kini mulai digarap serius oleh masyarakat Kasembon. Melalui tangan kreatif UMKM "Sri Tanjung", sisa kulit buah dan sayur yang biasanya terbuang, kini diolah menjadi cairan multiguna Eco Enzyme dan dikembangkan lebih lanjut menjadi produk sabun batang serta sabun cair yang memiliki nilai jual.

Langkah inovatif yang dimotori oleh Sri Tanjung ini tidak hanya menjadi solusi cerdas atas permasalahan sampah organik lingkungan, tetapi juga membuka keran ekonomi baru yang menjanjikan.

Solusi Ramah Lingkungan Eco Enzyme sendiri merupakan cairan hasil fermentasi dari limbah dapur organik (seperti kulit jeruk, nanas, atau sisa sayuran), gula, dan air. Cairan ini dikenal kaya manfaat sebagai pembersih alami hingga pembasmi hama. Namun, Sri Tanjung membawanya ke level yang lebih tinggi dengan menjadikannya bahan dasar produk kebersihan diri yang aman dan alami.

Bernilai Ekonomi dan Berkhasiat Proses pembuatan sabun ini memadukan cairan Eco Enzyme sebagai bahan aktif ke dalam adonan dasar sabun. Kandungan enzim alami di dalamnya dipercaya ampuh mengangkat lemak dan kotoran, namun tetap ramah bagi kulit sensitif karena minim bahan kimia keras.

Tak hanya soal kebersihan, produk ini ternyata menyimpan manfaat kesehatan tak terduga. Sri Wahyuni, pemilik Sri Tanjung sekaligus penggerak kegiatan ini, menuturkan pengalaman pribadinya yang mengejutkan mengenai khasiat cairan tersebut.

“Saya pernah coba sendiri saat tangan terkena luka dan saya oleskan sedikit cairan Eco Enzyme murni, ternyata darahnya cepat berhenti dan lukanya cepat kering. Sejak itu, saya selalu sedia botol kecil di rumah untuk P3K darurat, tidak cuma untuk bahan sabun saja," ujar Sri Wahyuni.

Produk Eco Enzyme

Peluang Pasar Baru Sabun berbasis Eco Enzyme produksi Sri Tanjung ini memiliki daya tarik tersendiri di pasaran, terutama di tengah meningkatnya tren gaya hidup go-green. Dengan kemasan yang menarik, sabun ini berpotensi besar menembus pasar oleh-oleh khas Kasembon maupun dijual secara luas melalui marketplace.

Selain mengurangi beban tempat pembuangan sampah, inisiatif Sri Tanjung membuktikan bahwa dengan sentuhan kreativitas, barang yang dianggap tidak berguna dapat ditransformasikan menjadi komoditas yang menghasilkan keuntungan finansial. Ke depannya, diharapkan produksi sabun ini dapat dilakukan secara massal dan menjadi produk unggulan kebanggaan desa-desa di Kecamatan Kasembon.