DIBALIK "KUASAI" LAWU: SURVEY 10 MEI 2026 JADI KUNCI SUKSES TEMU KANGEN 100 SRIKANDI APUKW JATIM 4 JULI 2026

DIBALIK "KUASAI" LAWU: SURVEY 10 MEI 2026 JADI KUNCI SUKSES TEMU KANGEN 100 SRIKANDI APUKW JATIM 4 JULI 2026

Guetilang.com - SIDOARJO, 20 Juni 2026 – Sebelum Lawu Green Forest Tawangmangu berguncang tanggal 4 Juli, ada kerja senyap yang jarang diketahui publik. H-12 menjelang acara, Asosiasi Ajang Pengembangan Usaha Koperasi Wanita Jawa Timur membuka dokumentasi kerja nyata para pengurus sebagai fondasi sukses Temu Kangen 100 anggota.

Pada 10 Mei 2026, jauh sebelum 100 seat bus pariwisata dinyatakan sold out, tim pengurus APUKW Jatim yang dikomandoi Bunda Umi Farida bersama Bunda Yuli, Bunda Ina, dan Bunda Ayrin, yang juga didampingi Bapak Muklason serta Penasehat Bapak Soeharianto, turun langsung melakukan survey lokasi ke Lawu Green Forest di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Ketinggian tersebut setara gedung 400 lantai.

Misi survey mencakup pengecekan titik kumpul pukul 05.30 di Pondok Mutiara Sidoarjo, penentuan layout panggung acara untuk motivator nasional, hingga memastikan akses bus pariwisata tahun 2025 dengan konfigurasi seat 2-2. Kedatangan tim pengurus disambut ramah oleh Mas Afif selaku petugas wisata Lawu Green Forest.

Berunding di meja kayu sambil menikmati es teh, berdiskusi di depan gerbang ikonik Lawu, hingga rapat teknis di ruang joglo, pengurus mengambil keputusan final. Lawu Green Forest ditetapkan sebagai tuan rumah Temu Kangen dan Musyawarah APUKW Jatim 2026. Keputusan tersebut kemudian disampaikan kepada seluruh anggota APUKW Jatim dan disambut dengan aklamasi, sebagai bukti kekompakan "The Power of Emak-Emak" se-Jawa Timur. Beberapa foto dokumentasi menjadi saksi sejarah, mulai dari kebersamaan pengurus dengan spanduk bertuliskan "APUKW JATIM", foto di gerbang sebagai titik nol keputusan, obrolan santai yang melahirkan konsep Mars dan dresscode, rapat finalisasi teknis, hingga evaluasi sambil menikmati hidangan khas Lawu.

Hasil dari survey 10 Mei tersebut melahirkan agenda besar pada 4 Juli 2026 pukul 11.00 WIB. Temu Kangen dan Musyawarah APUKW Jatim yang digelar di Lawu Green Forest Tawangmangu bukan sekadar wisata biasa. Kegiatan ini merupakan implementasi Asosiasi Ajang Pengembangan Usaha Koperasi Wanita Jawa Timur dengan Nomor http://AHU-0012801.AH.01.07 Kemenkumham RI, sekaligus menjalankan empat tujuan sesuai UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yaitu memfasilitasi sharing antar Koperasi Wanita lintas kabupaten/kota, pemasaran produk anggota, peningkatan mutu UMKM, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Agenda di Lawu Green Forest akan diisi dengan penentuan nakhoda baru APUKW Jatim untuk dua tahun ke depan di ketinggian 1.200 mdpl. Kursi kepemimpinan asosiasi akan diputuskan di atas awan, menjadi simbol semangat kepengurusan baru yang lebih tinggi. Selain itu, empat motivator nasional akan berbagi ilmu usaha tingkat tinggi, yaitu P. Sigit, P. Sularso, B. Dwi dari UPN, dan B. Ria dari UBAYA. Transfer energi dan strategi bisnis senilai miliaran rupiah akan menjadi bekal utama para anggota.

Kekompakan visual juga menjadi sorotan. Sebanyak 100 Srikandi akan hadir dengan hijab seragam warna navy-krem sesuai dresscode yang telah disepakati. Kehadiran 100 hijab kompak di Lawu Green Forest diprediksi akan mengubah lokasi wisata tersebut menjadi studio foto terbesar se-Jawa Timur.

Agenda ini juga menjadi ujian 12 jam bagi seluruh peserta. Dimulai sejak pukul 05.30 dari Pondok Mutiara Sidoarjo hingga selesai pukul 17.00, rangkaian kegiatan meliputi menyanyikan Mars APUKW Jatim ciptaan Bu Erlin Sulistyawati, doa bersama di tengah hutan pinus, ibadah tepat waktu, belanja di Pasar Plaosan, hingga berfoto di Titik 0 Cemoro Kandang pada ketinggian 1.800 mdpl. Titik 0 Cemoro Kandang merupakan garis start pendakian Gunung Lawu 3.265 mdpl. Secara simbolis, kehadiran APUKW Jatim di titik tertinggi tersebut menandai dimulainya era kepengurusan baru dari titik start yang paling tinggi.

Fakta nampol dari hasil survey 10 Mei menunjukkan dominasi "The Power of Emak-Emak" dari berbagai daerah. Anggota yang berangkat berasal dari Sidoarjo, Malang Raya, Gresik, Kediri, Jombang, Madiun, Pasuruan, Mojokerto, hingga Surabaya, dengan seluruh titik kumpul dinyatakan aktif. Bukti kemandirian APUKW Jatim terlihat dari iuran sebesar Rp 225.000 yang telah lunas 100 persen per 4 Juni 2026. Iuran tersebut sudah mencakup bus pariwisata, tiket masuk, snack, makan siang, outbond, hingga souvenir hijab. Sesuai kontrak sosial yang selalu digaungkan, seluruh rangkaian kerja ini berlandaskan semangat "Berupaya selalu semangat dan kompak".

Ketua APUKW Jatim Bunda Umi Farida menegaskan bahwa survey 10 Mei lalu menjadi bukti keseriusan pengurus dalam mempersiapkan acara. Beliau juga menyatakan kesiapannya untuk menyampaikan orasi serta mengumandangkan Mars APUKW Jatim dengan lirik "Bersama Kita Bisa Jadi Garda Terdepan Perekonomian Indonesia" di bawah rindangnya pohon Lawu.

Dengan kursi bus yang telah penuh dan bukti kerja pengurus yang telah dibuka ke publik, pertanyaan terakhir mengemuka menjelang H-12. Apakah anggota APUKW Jatim akan menjadi penonton sejarah atau menjadi pemain sejarah dalam penentuan masa depan asosiasi tahun 2026. "Berupaya selalu semangat dan kompak" bukan sekadar caption, melainkan sumpah yang dipegang teguh oleh 100 Srikandi Lawu.