Napak Tilas Kemah Bela Negara 2022, Mengingat Kembali Perjuangan Pahlawan Bangsa

Napak Tilas Kemah Bela Negara 2022, Mengingat Kembali Perjuangan Pahlawan Bangsa

Bengkulu_Napak Tilas Bela Negara dalam rangka Kemah Bela Negara Tingkat Nasional Tahun 2022 di Provinsi Bengkulu dilaksanakan untuk mengingat kembali bagaimana  perjuangan para pahlawan - pahlawan bangsa untuk merebut kemerdekaan. Bengkulu tidak lepas dari sejarah perjuangan di mana Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno juga Ibu Negara Fatmawati terus berjuang dalam menggapai kemerdekaan.

"Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia maka mereka akan melihat tempat-tempat bersejarah itu dan menjadi kenangan indah bagi bagaimana mengenal para pahlawannya," jelas Waka Kwarnas/Kakom Bela Negara, Brigjen TNI (Purn) Hasto Pratisto Yuwono sekaligus melepas para peserta yang akan berjalan kaki lebih kurang 6km untuk menyusuri lokasi-lokasi napak tilas.

Dimulai dari Balai Raya Semarak Bengkulu, rombongan menuju Benteng Marlborough. Benteng ini didirikan oleh East India Company (EIC) tahun 1714-1719 dibawah pimpinan gubernur Joseph Callet sebagai benteng pertahanan Inggris.

Salah satu peserta Kemah Bela Negara Qolbi Alfath Dimas Abio asal Kalimantan Timur menuturkan bahwa Napak Tilas ini mengingatkan kembali bagaimana perjuangkan para pahlawan bangsa untuk merebut kemerdekaan.

"Sungguh sangat luar biasa sekali terutama dari sejarah - sejarah yang ada di sini sangat mengingatkan kita akan perjuangkan masa lalu para pahlawan yang telah mendahului kita dan juga masyarakat Bengkulu sangat ramah-ramah kepada kita," ungkap Dimas yang baru pertama kali ke Bengkulu ini.

Napak Tilas dilanjutkan ke Masjid Jamik Bengkulu yang merupakan hasil rancangan langsung Presiden Soekarno. Rombongan juga mengunjungi Rumah Ibu Negara Pertama Ibu Fatmawati, yang berlokasi di Jalan Fatmawati, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban Bengkulu. Rumah ini berdiri di atas tanah 500 meter persegi.

Di dalam rumah ini, masih terdapat pakaian asli yang sering dipakai Fatmawati. Di sebelah pojok kanan ruang tamu terdapat mesin jahit bermerek Singer buatan tahun 1941 yang ia gunakan untuk menjahit Sang Saka Merah Putih.

"Tadi kami ke dalam melihat langsung benda-benda asli yang dulunya pernah dipergunakan oleh ibu Fatmawati, seperti mesin jahit, Bengkulu ini punya banyak sejarah salah satunya ibu Fatmawati ini lahir di sini, bendera pusaka Merah Putih juga dijahit di sini," ungkap Delian Ardi Putra peserta asal DKI Jakarta saat mengunjungi rumah Ibu Fatmawati.

Lokasi terakhir adalah Rumah Persinggahan Presiden Soekarno, berlokasi di Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka, menjadi saksi bisu perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Presiden Soekarno menempati rumah tersebut dari tahun 1938 hingga tahun 1942. Rumah ini berjarak sekitar 1,6 km dari Benteng Marlborough. Selama pengasingannya, rumah tersebut dipergunakan untuk segala aktivitas baik politik, kesenian dan keorganisasian.

"Pertama kali melihat rumah bung Karno luar biasa ya, selama ini saya melihat sejarah hanya dari video atau dari pelajaran, tapi kali ini secara langsung gitu dan pertama kali, karena Kemah Bela Negara saya dapat kesempatan itu," terang Muhammad Daffa peserta dari Nusa Tenggara Barat.