Perkuat Silaturahmi, Askomara dan APU KW Jatim Sowan ke Dekopinwil Jatim
ASKOMARA dan APU KW Jatim sowan ke Dekopinwil Jatim di Sidoarjo. Didampingi Dr. Sri Untari Bisowarno, kunjungan bahas Rencana pembentukan Koperasi Multipihak dan penguatan UMKM binaan.
guetilang.com, Surabaya Dalam rangka menyambung dan mempererat tali silaturahmi, ASKOMARA (Asosiasi Koperasi Wanita Malang Raya) dan APU KW JATIM (Ajang Pengembangan Usaha Koperasi Wanita Jawa Timur) sowan ke Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur di Graha Kantor Dekopinwil Jatim, Selasa (6/10/2026).
Kunjungan tersebut turut didampingi Ibunya Koperasi Wanita se-Jatim, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.A.P. Menurut Bunda Untari, momentum ini menjadi penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus berdiskusi terkait rencana pembentukan Koperasi Multipihak serta langkah strategis untuk pengembangan dan kemajuan koperasi wanita di Jawa Timur.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Ketua APU KW JATIM, Yuliatin dari Sidoarjo. Dalam kesempatan itu, Yuliatin menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Dekopinwil Jatim. Ia juga memaparkan sekilas tentang perkembangan APU KW JATIM hingga saat ini.
Menurut Yuliatin, menjalin silaturahmi dengan Dekopinwil Jatim sangat penting karena Dekopinwil merupakan rumah besar yang menaungi koperasi se-Jawa Timur. Selain itu, ia menekankan pentingnya upaya menumbuhkan dan menghidupkan UMKM binaan APU KW JATIM agar semakin berdaya saing dan mandiri.
Kehadiran anggota ASKOMARA yang dikomandoi Erlin Sulistyawati bersama Ketua APU KW JATIM tersebut disambut dengan baik dan diapresiasi langsung oleh Ketua Dekopinwil Jatim, H. Slamet Sutanto, S.E., M.M.
Ketua Dekopinwil Jatim, Slamet Sutanto mengatakan, kunjungan Askomara dan APU KW JATIM tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan perkembangan gerakan koperasi ke depan.
Dalam kesempatan yang sama, Bapak Slamet Sutanto juga menekankan pentingnya penanganan masalah koperasi secara humanis dan persuasif ketimbang penutupan instan. Langkah ini dinilai lebih efektif untuk menjaga keberlangsungan usaha serta melindungi kepentingan para anggota.
Pihak Dekopinwil Jatim menyoroti bahwa proses hukum dan revisi regulasi seperti Permenkop masih terus diperjuangkan untuk memperkuat payung hukum koperasi. Kendati demikian, Dekopinwil Jatim mengjimbau agar dinas di tingkat daerah tidak terburu-buru mengambil tindakan ekstrem tanpa pembinaan yang memadai.
"Kita perlu menyikapi persoalan ini dengan pendekatan yang humanis. Penutupan koperasi tidak selalu menyelesaikan masalah, justru berisiko menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sana," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa koperasi daerah dan para pengurusnya telah menunjukkan loyalitas tinggi meskipun dengan keterbatasan fasilitas. Oleh karena itu, sinergi dan kesamaan persepsi antara Dekopinwil Jatim, dinas kabupaten/kota dan para pelaku koperasi sangat diperlukan guna membangun ekosistem koperasi yang sehat dan berkelanjutan.
Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah seluruh peserta dan sesi foto bersama di depan Kantor Dekopinwil Jatim.