KEBAKARAN BUKIT TERJADI DI DESA CAMPAKAMEKAR, Diduga Terpemicu Kemarau Panjang, Kebakaran Lahan Melalap Bukit di Campakamekar Padalarang

Kebakaran Lahan Melalap Bukit di Campakamekar Padalarang

KEBAKARAN BUKIT TERJADI DI DESA CAMPAKAMEKAR, Diduga Terpemicu Kemarau Panjang, Kebakaran Lahan Melalap Bukit di Campakamekar Padalarang

BANDUNG BARAT — Peristiwa kebakaran lahan melalap kawasan bukit di wilayah Kabupaten Bandung Barat pada akhir pekan ini. Kobaran api tampak berkobar cukup besar di lereng perbukitan dan memicu kepanikan warga sekitar serta para pengguna jalan yang melintas.

Peristiwa berupa kebakaran vegetasi dan semak belukar ini melanda area perbukitan yang dipenuhi tanaman kering. Asap tebal tampak membumbung tinggi dari kejauhan sejak sore hari, menandakan besarnya material yang terbakar.

Kejadian ini berlokasi secara spesifik di area perbukitan Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Lokasi titik api berada di area lereng bergelombang yang berdekatan dengan jaringan kabel listrik dan fasilitas publik.

Berdasarkan laporan dan pantauan di lapangan, musibah kebakaran ini terjadi pada Minggu sore, 11 Oktober 2026. Api mulai terlihat membesar saat langit mulai meredup menjelang petang, sehingga pijaran api terlihat sangat menyala dari pemukiman warga.

Penyebab utama kebakaran diduga kuat akibat cuaca ekstrem dan kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Bandung Barat selama beberapa bulan terakhir. Kondisi ini menyebabkan vegetasi, rumput liar, serta semak belukar di lereng bukit menjadi sangat mengering dan rentan terbakar.

Proses terjadinya dan titik awal api diduga berasal dari gesekan vegetasi kering atau percikan api kecil yang cepat membesar. Angin kencang di area ketinggian membuat kobaran api merambat dengan sangat cepat merambah puncak bukit.

Mengenai pihak yang terlibat, warga masyarakat setempat bersiaga di sekitar lokasi kejadian. Langkah cepat dilakukan untuk mengantisipasi agar perambatan api tidak makin mendekati pemukiman maupun jaringan tiang listrik.

Kendala utama dalam proses pemadaman adalah medan perbukitan yang terjal serta minimnya sumber air di sekitar lokasi. Warga berupaya melokalisasi kobaran api dengan peralatan seadanya guna mencegah lidah api meluas ke area hutan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga sekitar terus diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah atau membuang puntung rokok sembarangan di area lahan kering. Kewaspadaan bersama sangat diperlukan mengingat kondisi kemarau panjang masih memicu potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai titik.