Gencatan Senjata AS-Iran Picu Penurunan Harga Minyak Global

Harga minyak global turun tajam usai gencatan senjata sementara AS-Iran, dipicu meredanya kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi dunia.

Gencatan Senjata AS-Iran Picu Penurunan Harga Minyak Global

GUETILANG.COM - Harga minyak global mengalami penurunan tajam setelah adanya perkembangan geopolitik yang meredakan kekhawatiran pasar internasional. Penurunan ini terjadi menyusul kabar gencatan senjata sementara selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai mampu mengurangi potensi gangguan pasokan energi dunia.

Pada perdagangan Rabu pagi, harga minyak mentah dunia tercatat turun signifikan. Minyak mentah jenis Brent untuk kontrak Juni melemah 12,6 persen menjadi 91,92 dolar AS per barel. Nilai tersebut merupakan posisi terendah sejak akhir Maret dan menunjukkan respons pasar terhadap kondisi politik global yang mulai stabil.

Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Mei juga mengalami penurunan lebih dalam, yakni sebesar 16,6 persen ke level 94,10 dolar AS per barel. Penurunan harga ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa pekan terakhir.

Pelaku pasar menilai kesepakatan penghentian sementara konflik antara kedua negara berpengaruh besar terhadap sentimen perdagangan minyak. Selama ini, ketegangan di kawasan Timur Tengah sering memicu kekhawatiran akan terganggunya distribusi minyak mentah ke pasar global.

Selain faktor geopolitik, investor juga mencermati perkembangan permintaan energi dunia yang masih dipengaruhi kondisi ekonomi global. Jika situasi politik tetap kondusif, harga minyak berpotensi bergerak stabil dalam beberapa waktu ke depan.

Penurunan harga minyak dunia ini juga menjadi perhatian negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia, karena dapat memengaruhi biaya impor bahan bakar dan kebijakan energi nasional.

Baca Juga: Harga Plastik Melonjak, Pelaku Usaha Kecil Keluhkan Biaya Produksi Kian Membengkak