Pekerja Mingran Indonesia
Penurunan Jumlah Pekerja Migran Indonesia pada Tahun 2026
Pada tahun 2026, jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Berdasarkan data dari pemerintah dan lembaga terkait ketenagakerjaan migran, penempatan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri mengalami penurunan di beberapa periode selama 2025 hingga awal 2026. Hal ini menjadi perhatian karena pekerja migran selama ini merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar bagi negara.
Data dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menunjukkan bahwa pada Juli 2025 jumlah penempatan PMI turun sekitar 12,06% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Penurunan tersebut terutama terjadi pada sektor pekerja yang bekerja pada pemberi kerja perseorangan seperti pekerja rumah tangga atau caregiver.
Selain itu, laporan statistik juga mencatat bahwa pada beberapa bulan di tahun 2025 terjadi penurunan penempatan hingga 20,74% dibanding bulan sebelumnya, yang menunjukkan bahwa permintaan tenaga kerja migran Indonesia di beberapa negara tujuan sedang melemah.
Memasuki awal tahun 2026, jumlah penempatan PMI yang tercatat pada Januari sekitar 21.137 orang. Sebagian besar pekerja migran tersebut berasal dari provinsi di Pulau Jawa, terutama Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang menyumbang sekitar 64% dari total PMI nasional.
Beberapa faktor diduga menjadi penyebab menurunnya jumlah pekerja migran Indonesia tahun ini. Di antaranya adalah kebijakan ketenagakerjaan di negara tujuan yang semakin ketat, meningkatnya upaya pemerintah dalam memperketat prosedur penempatan tenaga kerja luar negeri, serta adanya peningkatan peluang kerja di dalam negeri pada beberapa sektor.
Meski mengalami penurunan, pekerja migran Indonesia masih memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Pada tahun 2025, remitansi atau uang yang dikirim PMI ke Indonesia mencapai sekitar US$17,3 miliar atau setara dengan ratusan triliun rupiah, yang menjadi salah satu sumber devisa terbesar bagi negara.
Memasuki awal tahun 2026, jumlah penempatan PMI yang tercatat pada Januari sekitar 21.137 orang. Sebagian besar pekerja migran tersebut berasal dari provinsi di Pulau Jawa, terutama Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang menyumbang sekitar 64% dari total PMI nasional.
Beberapa faktor diduga menjadi penyebab menurunnya jumlah pekerja migran Indonesia tahun ini. Di antaranya adalah kebijakan ketenagakerjaan di negara tujuan yang semakin ketat, meningkatnya upaya pemerintah dalam memperketat prosedur penempatan tenaga kerja luar negeri, serta adanya peningkatan peluang kerja di dalam negeri pada beberapa sektor.
Meski mengalami penurunan, pekerja migran Indonesia masih memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Pada tahun 2025, remitansi atau uang yang dikirim PMI ke Indonesia mencapai sekitar US$17,3 miliar atau setara dengan ratusan triliun rupiah, yang menjadi salah satu sumber devisa terbesar bagi negara.
Hasipuddin