Pemkot Sukabumi Pantau Ketersediaan Pangan Ramadhan 1445 H

Pemkot Sukabumi Pantau Ketersediaan Pangan Ramadhan 1445 H

Guetilang.com SUKABUMI---

Kota Sukabumi menjelang Ramadan 1445 H dengan situasi keamanan dan kenyamanan yang terjaga. Pasca pemilu, upaya untuk memelihara stabilitas terus dilakukan, termasuk mengantisipasi potensi gejolak akibat kenaikan harga beras.

Pemerintah Kota Sukabumi telah sigap mengadakan pasar murah di tiap kecamatan untuk meringankan beban masyarakat.

Kondusifitas

Kondusifitas wilayah menjadi faktor penting untuk kelancaran transisi kepemimpinan. Upaya preventif dan edukasi kepada masyarakat terus digencarkan untuk menjaga situasi yang aman dan damai.

Upaya Menjamin Ketersediaan Pangan

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi telah aktif melaksanakan berbagai kegiatan untuk memastikan ketersediaan pangan selama Ramadan. Di antaranya, Gelar Pangan Murah (GPM), pengawasan bersama keamanan pangan di pasar perbatasan, dan penyaluran bantuan beras dari Bapanas.

Berikut adalah beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) dalam menjamin ketersediaan pangan menjelang Ramadan:

1. Gelar Pangan Murah (GPM)

DKP3 telah melaksanakan GPM Ling HePi sebanyak 7 kali (26 Februari - 6 Maret) bekerja sama dengan Diskumindag melalui Operasi Pasar Murah komoditas Beras SPHP. 

Pada setiap GPM, disediakan 1.250 kg bahan pangan setiap hari, terdiri dari: telur, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, cabe keriting merah, cabe rawit merah, bawang merah, bawang putih, kentang, daging ayam, dan aneka sayuran.

2. Pengawasan Bersama Keamanan Pangan

DKP3 Kota Sukabumi bekerja sama dengan DKP3 Kabupaten Sukabumi melakukan Pengawasan Bersama dan Pembinaan Keamanan Pangan di wilayah Pasar Perbatasan antara kedua wilayah.

3. Penyaluran Bantuan Pangan Beras

DKP3 telah menyalurkan bantuan pangan beras dari Bapanas (Penyedia: Perum Bulog, Transporter: PT. Pos Indonesia) kepada 26.244 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) sebanyak 262.440 kg beras.

Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Kota Sukabumi, khususnya menjelang bulan Ramadan.         

Operasi Pasar di Pasar Degung Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok

Sabtu, (09/03/2024)



Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, melakukan operasi pasar di Pasar Degung untuk memastikan ketersediaan beras dan bahan pokok penting lainnya menjelang bulan Ramadan.

Operasi pasar ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Hasilnya, dipastikan bahwa ketersediaan beras dan daging cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.



Berdasarkan wawancara dengan distributor daging, pasokan daging masih cukup dan harga relatif stabil dibandingkan tahun lalu. Hal ini merupakan kabar baik bagi masyarakat yang ingin berbelanja kebutuhan pokok menjelang Ramadan.

Pemerintah Kota Sukabumi akan terus melakukan monitoring dan operasi pasar untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir dan tetap berbelanja dengan bijak.

Play Pause

Harga Bahan Pokok dan Penting

Berdasarkan data Diskumindag, harga beberapa bahan pokok penting mengalami fluktuasi. Telor ayam naik dari Rp.31.000 menjadi Rp.32.000/kg. Cabe merah besar lokal naik dari Rp.100.000 menjadi Rp.110.000/kg. Bawang putih naik dari Rp.35.000 menjadi Rp.40.000/kg.

Berikut harga-harga Kebutuhan Pokok Penting hasil monitoring di Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede pada Hari Sabtu  Tanggal 9 Maret 2024:




Tantangan dan Antisipasi

Meskipun situasi kondusif dan upaya pemenuhan pangan telah dilakukan, beberapa tantangan masih perlu diantisipasi. Kenaikan harga bahan pokok serta fluktuasi pasokan pangan menjadi fokus utama.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah Kota Sukabumi terus berkomitmen untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan ketersediaan pangan. 

Sinergi dan peran aktif masyarakat dalam menjaga kondusifitas wilayah dan melaporkan potensi gangguan keamanan menjadi kunci utama.

Di tengah dinamika keamanan dan ketersediaan pangan, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian dapat tertanam di dalam diri masyarakat Kota Sukabumi. 

Upaya pemerintah dan peran aktif masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan Ramadan yang aman, nyaman, dan penuh berkah.