PJ Wali Kota Sukabumi Buka Giat Nobar Cakap Digital Bijak Interaksi di Medsos

PJ Wali Kota Sukabumi Buka Giat Nobar Cakap Digital Bijak Interaksi di Medsos

Guetilang.com SUKABUMI-Sedikitnya 500 orang peserta wali murid mengikuti nonton bareng (nobar) “Bijak Berinteraksi di Media Sosial,” untuk segmen Komunitas  secara Offline, di Gedung Harsa Senin (29/4/2024). 




Kegiatan yang digagas oleh Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi ini diikuti juga secara Online dibeberapa sekolah. Kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman mengenai hal-hal positif dalam berinteraksi di Media Sosial.





" Acara ini ditargetkan Masyarakat Kota Sukabumi melek digital dan melek memanfaatkan media sosial," ujar Penjabat (PJ) Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji pada saat membuka kegiatan Nobar Cakap Digital Bijak Berinteraksi di Media Sosial, di Gedung Harsa Kota Sukabumi. Keminfo RI menargetkan sekian juta warga Negara Indonesia dapat memanfaatkan digitalisasi dan bijak memanfaatkan teknologi digitalisasi. 



Dijelaskan Kusmana Media sosial di era digital merupakan kemudahan yang tawarkan media sosial membawa kita dapat menjelajahi dunia, terhubung dengan teman-teman jauh, dan mendapatkan akses ke berbagai jenis informasi yang dibutuhkan hanya dengan jari kita.



" Perkembangan teknologi untuk inovasi media sosial untuk memudahkan penggunanya dengan mengeluarkan fitur t-rbaik. Namun ada tanggung jawab besar untuk menggunakan media sosial secara bijak agar tepat memanfaatkannya," jelasnya. 




Dampak positif penggunaan media sosial diantaranya, sebagai Media promosi, Menghimpun keluarga saudara, dan kerabat, Sarana pengembangan keterampilan sosial, Media penyebaran Informasi,  Memperluas jejaring pertemanan  " Bijak dalam bermedia sosial bukan berarti menghindari platform secara utuh tetapi menerapkan etika untuk menghormati diri sendiri," terangnya. 




Cakupan materi bijak dalam bermedia sosial yang pertama Etika online yakni sopan santun, menghargai privasi dan keragaman. 

Yangkedua Keamanan digital, menjaga keamanan pribadi, memahami resiko bermedia sosial. Yang ketiga Menyaring Informasi, menilai informasi dan cek fakta. Dan yang keempat Pengunaan waktu optimalkan manfaat, hindari kecanduan. 



" Kita harus Berfikir sebelum membagikan postingan  Empati dan menghormati seperti didunia nyata, Kendalikan diri atas tanggapan impulsif, dan Berfikir kritis dalam mengidentifikasi informasi," paparnya  



Ditambahkan Kusmana, masyarakat harus bangun komunitas online yang positif. Membangun ruang yang Inklusif, menjadi panutan yang menunjukkan prinsip kebijaksanaan, terlibat dalam dialog konstruktif dan mendorong pertukaran ide. Dan Tanggung jawab bersama dalam komunikasi digital. 

" Intinya mari Posting yang penting bukan yang penting posting," tandasnya.