Kuliner Wajib Ketika Berkunjung ke Bali, Rujak Kuah Pindang

Kuliner Wajib Ketika Berkunjung ke Bali,  Rujak Kuah Pindang

Rujak kuah pindang adalah makanan khas dari bali.  Tak lengkap rasanya ke Bali jika tidak mencicipi kuliner yang satu ini. Yang membedakan dari rujak pada umumnya adalah dari kaldu pindang yang khas. Sehingga membuat rasa rujak ini gurih dan segar yang membuat siapa pun ketagihan. Hidangan kuliner ini sangat populer tidak hanya di kalangan penduduk lokal, tetapi juga di kalangan wisatawan. Bagi pencinta rujak dan rasa gurih pasti akan menyenangi makanan ini.

Rujak kuah pindang dapat disantap ketika cuaca panas. Perpaduan dari buah-buahan yang segar dan rasa gurih manis dari kuahnya akan sangat menyegarkan ketika disantap. Di beberapa daerah di Bali, rujak ini sangat mudah ditemukan. Tidak perlu datang ke restoran atau rumah makan mewah untuk menikmati kelezatan dari rujak tersebut. Di daerah Denpasar, rujak kuah pindang ini bisa dijumpai di warung-warung kecil. Harganya pun juga relatif murah, Rp 7.000 – Rp 10.000 untuk satu porsi. Karena pariwisata Bali sudah makin membaik tak heran jika sekarang kita dapat menemukan pedagang rujak kuah pindang di daerah pantai di Bali, seperti Pantai Sanur, Pantai Kelan, dan Tanjung Benoa.

Rujak kuah pindang menjadi makanan yang populer karena kuahnya yang memiliki cita rasa unik dan berbeda dari rujak lainnya. Kuah pindang merupakan kaldu ikan yang telah diolah agar bau amis tidak terasa lagi. Kaldu ikan yang telah diolah kemudian dicampur dengan terasi udang yang telah dibakar, garam, cabai, juga gula pasir atau gula jawa. Ketika pembuatannya rujak ini tidak diberikan air lagi karena akan dicampur kuah pindang (kaldu ikan pindang) tersebut dengan buah - buahan seperti timun, kedondong, nanas,  jambu, mangga, pepaya dan lainnya.