Sensasi Ikan Asap Kuliner Khas Desa Randuputih

Ikan asap kuliner khas desa randuputih

Sensasi Ikan Asap Kuliner Khas Desa Randuputih
Sensasi Ikan Asap Kuliner Khas Desa Randuputih
Sensasi Ikan Asap Kuliner Khas Desa Randuputih
Sensasi Ikan Asap Kuliner Khas Desa Randuputih

Guetilang.com

Probolinggo- Salahsatu Kabupaten yang terletak diwilayah Jawa timur ini memiliki seribu potensi daerah yang belum banyak diketahui khalayak umum. Kabupaten Probolinggo memiliki 24  Kecamatan, 5 Kelurahan, dan 325 Desa, salahsatunya Desa Randuputih yang masuk dalam wilayah Kecamatan Dringu-Probolinggo. Potensi daerah yang dimiliki oleh Desa Randuputih yaitu pengolahan ikan asap, konon awal mula pengolahan ikan asap ini berasal dari Dusun Parsean Desa Randuputih.

Diketahui, sebagian besar warga Dusun Parsean  berprofesi sebagai nelayan dengan menggunakan sampan kecil sebagai alat transportasi untuk melaut dan menggunakan jaring sebagai alat tangkap ikan, sehari-hari para nelayan Dusun Parsean pergi melaut untuk mencari ikan di sekitar pantai utara pulau jawa yang memiliki ombak tenang, setiap sampan diawaki 1 s/d 2 orang nelayan.

Ikan hasil tangkapan sebagian dijual secara langsung kepada para tengkulak dan sebagian diolah dengan cara diasap yang kemudian dipasarkan kepada para konsumen. Penjual ikan asap menjajakan dagangannya di warung yang berlokasi di pinggir jalan Pantura Probolinggo-Banyuwangi setiap harinya, mereka membuka warung ikan asap sejak pukul 09.00 s/d 20.00 Wib, namun ada pula beberapa warung yang melayani selama 24 jam.

Beberapa warung penjual ikan asap di Dusun Parsean yaitu, warung Aoleng, Warung Bu AS, Warung Bu JU, warung Bu. YULI dan beberapa warung kecil lainnya, ada pun jenis ikan yang diolah dengan cara di asap yaitu ikan, Pari, Tuna, Krapu, kakap, Krese, dan ikan konsumsi lainnya.

Sebelum dijual ikan asap ini harus melalui Proses pengasapan, ikan dilakukan dengan cara ikan dicuci dengan air bersih dibersihkan kotorannya kemudian ditiriskan selama 10 menit untuk menghilangkan kadar air yang terkandung pada ikan, selanjutnya ikan ditusuk dengan menggunakan batang bambu dan diletakan diatas tempat pemanggangan, kemudian pada bagian dalam tungku dilakukan pembakaran dengan menggunakan bonggol jagung, potongan kayu keras, dan sabut kelapa sebagai bahan bakarnya, yang terpenting dalam proses pengasapan ini adalah jangan sampai timbul kobaran api saat proses pengasapan karena dalam proses ini yang diperlukan hanya asap dari proses pembakaran saja, Proses pengasapan berlangsung selama 10 menit dan ketika ikan berubah warna menjadi coklat-kemasan menandakan ikan sudah matang.

Setiap harinya para pedagang ikan asap membutuhkan 10 hingga 20 kilogram untuk diolah, namun pada saat libur tahun baru dan libur hari raya pedagang membutuhkan 10 hingga 40 kilogram setiap harinya. Olahan ikan asap ini disajikan dengan nasi putih, sambel khas Probolinggo serta lalapan sebagai pelengkapnya, 1 porsi ikan asap lengkap dibanderol dengan harga Rp. 25.000,- per porsi tergantung ukuran dari ikan itu sendiri, rata-rata konsumen ikan asap berasal dari luar Kabupaten Probolinggo seperti daerah Malang, Surabaya, Sidoarjo dan kota-kota besar lainnya, tak jarang pejabat instansi pemerintahan mampir ke warung ikan asap untuk menjajal kelezatan kuliner ini dan kebanyakan pengunjung yang pernah menjajal kelezatan kuliner ikan asap ini pasti suatu saat akan kembali lagi untuk menikmati kelezatan kuliner ini.

Kehadiran pengolahan ikan asap sangat membantu perekonimian masyarakat Dusun Parsean Randuputih, karena nelayan tidak perlu lagi bingung menjual ikan hasil tangkapannya. Hal yang unik dari ikan asap ini adalah pedagang ikan asap hanya bisa ditemui di Dusun Parsean Desa Randuputih Kecamatan Dringu saja sedangkan ditempat lain jarang sekali ada pedagang ikan asap, dan ikan asap ini salahsatu bentuk olahan ikan alternative yang diciptakan oleh warga Dusun parsean Desa Randuputih Kecamatan Dringu-Probolinggo dengan kearifan lokalnya.